Ketakutan
adalah kondisi natural yang membantu anak menghadapi pengalaman baru, juga
merupakan insting melindungi diri dari bahaya. Tapi, tentu saja orang tua harus
bisa memahami ketakutan anak dan mengatasinya secara bijaksana. Lalu, biasanya
anak takut apa saja sih?
menurut R. Reid Wilson, PhD, juru bicara American
Psychological Association:
1.
Takut Suara. Suara mengejutkan seperti petir atau bunyi
mesin yang keras, misalnya mesin penghisap debu atau blender, mungkin akan
menakutkan si kecil. Namun, meski ia takut, seringkali dia juga penasaran,
ingin tahu sebenarnya benda apa yang ditakutinya itu sebenarnya apa. Tips:
1) Biarkan si kecil melihat dan mengobservasi dari dekat benda yang suaranya
“menakutkan” itu, tapi pastikan mesinnya dalam keadaan mati, tidak teraliri
listrik dan dalam pengawasan Anda. Ajak si kecil untuk mencoba menyentuhnya; 2)
Beritahu dia kalau Anda ingin menyalakan alat-alat tersebut. Begitu juga kalau
Anda melihat kilat, katakan pada anak bahwa sebentar lagi akan ada suara petir
yang keras. Bunyi yang tak diduga-duga, adalah hal yang paling menakutkan; 3)
Belikan di kecil mainan pengisap debu atau blender. Dengan bermain pura-pura,
dia bisa menghadapi ketakutan itu.
2.
Takut Badut atau Tokoh Karakter. Anda mungkin menganggap si kecil konyol
karena takut badut yang besar dengan rambut berwarna terang dan ekspresi wajah
tak berubah (berkesan dingin) memang bisa membuat si kecil merinding sampai
menangis melengking. Tips: 1) Biarkan anak tahu Anda memahami
perasaannya. Daripada mengatakan, “Itu kan Cuma badut, jangan takut,” lebih
baik bilang,“Bunda tahu kamu takut badut,
tapi itu sebenarnya hanya bapak yang pakai kostum. Yuk kita sapa dia.” 2) Ajak di kecil bertemu dengan
karakter yang dikenal atau disukainya. Karakter yang terbilang asing harus
diperkenalkan perlahan-lahan lewat gambar terlebih dahulu; 3) Jangan paksa anak
menyentuh, apalagi bersalaman dan berfoto dengan badut! Mulailah dengan melihat
karakter tersebut dari jauh, lalu melambaikan tangan.
3. Takut Gelap. Terbangun tengah malam dalam keadaan gelap
gulita ditambah sendirian di kamar, banyak membuat anak menjerit ketakutan! Karena
baginya, ruangan yang sama akan terlihat sangat berbeda dalam keadaan gelap.
Dengan daya imajinasinya, pakaian yang menggantung bisa dianggap monster! Tips:
1) Pasang lampu tidur dengan cahay lembut (soft).
Jangan biarkan si kecil dalam keadaan gelap; 2) Atur posisi lampu tidur dan
barang-barang digantung (pakaian, tirai, mainan gantung, dll) agar tidak
menciptakan bayangan atau siluet seram; 3) Hindari mendongeng tentang
monster/hantu yang muncul dari tempat gelap, seperti kolong tempat tidur, lemari
atau dari bilik tirai; 4) Beri si kecil benda yang membuatnya merasa aman
seperti lampu senter kecil sehingga dia punya sumber cahaya sendiri.
4. Takut Hewan. Hampir semua anak pernah didera rasa
takut pada hewan seperti ayam, bebek, termasuk hewan perliharaan keluarga seperti
anjing yang sebenarnya sudah jinak. Alasan, terkadang rasional akibat dia
pernah diserang atu dikejar hewan tersebut. Atau kurang masuk akal,
misalnya karena matanya melotot. Tips: 1) Jangan paksa anak mendekati hewan.
Biarkan dia melihat dan menyentuh hewan atas kemauannya sendiri; 2) Dia
menonton film tentang hewan yang menampilkan interaksi antara hewan dengan
manusia; 3) Ajarkan si kecil bermain bersama hewan peliharaan dengan cara yang
aman, yaitu tidak memukul, atau tidak mengganggu hewan yang sedang makan.
