INGIN anak Anda cerdas dan kreatif? Mulailah melewati
hari-hari bersama bayi atau anak Anda dengan aktivitas menyenangkan. Kegiatan
ini akan memberi stimulasi bagi otak anak.
Ya, stimulasi yang dimaksud adalah upaya orang tua atau keluarga untuk mengajak
anak bermain dalam suasana penuh gembira dan kasih sayang. Aktivitas
bermain dan suasana cinta ini penting guna merangsang seluruh sistem indera,
melatih kemampuan motorik halus dan kasar, kemampuan berkomunikasi serta
perasaan dan pikiran si anak.
Seperti dijelaskan pakar dan konsultan tumbuh kembang anak, Dr Soedjatmiko
SpA(K), rangsangan atau stimulasi sejak dini adalah salah satu faktor eksternal
yang sangat penting dalam menentukan kecerdasan anak. Selain stimulasi, ada
faktor eksternal lain yang ikut mempengaruhi kecerdasan seorang anak yakni
kualitas asupan gizi, pola pengasuhan yang tepat dan kasih sayang terhadap
anak.
Mengapa stimulasi memiliki peran yang
sangat penting? Soedjatmiko menegaskan bahwa rangsangan atau stimulasi sangat
menentukan perkembangan kualitas sel-sel otak manusia bahkan sejak dalam
kandungan.
"Makin bervariasi rangsangan
yang diterima bayi dan balita, makin kompleks pula struktur sinaps atau
hubungan antarsel otak. Makin sering dan kuatnya rangsangan diterima, makin
bertambah kuat hubungan antarsel otak. Semakin kompleks dan kuat sinaps, makin
tinggi dan bervariasi pula kecerdasan anak," ungkap Soedjatmiko di
sela-sela jumpa pers Smart Parents Conference, Rabu (23/7) di Jakarta.
Lebih jauh ia menjelaskan, sel-sel otak manusia terbentuk sejak tiga-empat
bulan dalam kandungan dan akan berlanjut hingga usia tiga-empat tahun. Tak
heran bila rentang usia ini juga sering disebut sebagai golden years
period. Pada masa ini, jumlah sel otak dapat tumbuh hingga miliaran,
meski pada awalnya belum ada hubungan antarsel.
"Nah, di sini pentingnya peran orang tua dalam membentuk dan menentukan rangkaian hubungan antarsel ini supaya berkualitas dan kompleks dengan cara melakukan stimulasi," ungkapnya
Sedangkan memasuki usia bayi dan balita, kegiatan stimulasi dapat dilakukan lebih beragam, misalnya saat memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, jalan-jalan, bermain hingga menjelang tidur.
Sumber :
Kompas.com
